ODOA Itu Soal Kuantitas Bukan Kualitas

Sudah satu minggu saya menerapkan ODOA (One Day One Article), terhitung sejak tanggal 2 April 2017. Mencoba melatih diri, untuk membiasakan setidaknya satu hari satu artikel. Kalau dibilang susah, tentu saja susah. Karena saya tidak terlatih menulis artikel satu hari satu. Biasanya saya menulis paling tidak seminggu 3 kali.

Lalu bagaimana caranya saya bisa ODOA ini? Jawabannya adalah ODOA itu soal kuantias bukan kualitas. Mengapa saya katakan demikian? Mayoritas pemilik blog itu umumnya hanya dipegang oleh satu orang dan satu orang tersebut merangkap keseluruhannya. Dengan demikian untuk melakukan ODOA menjadi lebih sulit, kerena selain menulis ia juga terkadang fokus ke yang lain yang berada di situsnya. Misalnya menganti tema, meningkatkan SEO, optimisasi dan lain sebagainya, yang semua itu menguras waktu untuk menulis. Oleh karena itu, hemat saya menulis saja dulu, yang penting ada dulu. Soal kualitas belakangan nanti bisa disunting.

Perhatian!

Demi kenyamanan bersama, sebelum berkomentar, harap gunakan bahasa yang baik dan benar. Dilarang berkomentar yang dapat memicu pertengkaran dan menyinggung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *