Muntah Sehabis Berbuka Puasa

Tadi setelah berbuka puasa, saya mengalami kejadian yang tidak mengenakan yakni perut mual disertai pusing dan muntah. Mirip orang hamil, padahal saya laki-laki wkwkwkwk 🤣.

Saya terbiasa berbuka puasa langsung menyantap nasi. Kali ini berbuka dengan lauk telur rebus dicabein. Meskipun dicabein ia tidak terasa pedas, karena dicampur tomat dan tomatnya lebih banyak dari cabe, biar keliatan merah saja. Makanya gak pedes. Hehehe 😁

Sebetulnya setelah makan, saya masih normal-normal saja tidak langsung mual. Namun, setelah saya mandi tetiba kepala saya pusing dan mual, lalu muntah dengan banyak, saya rasa hampir satu porsi makan. Karena muntah yang saya alami ini cukup banyak, sampai 3 kali keluar.

Kalau dihitung jarak saya selesai makan dengan mandi sekitar 23 menit. Saya hitung berdasarkan video YouTube yang saya tonton. Jadi di antara selesai makan dan mandi, sebelumnya saya nonton video dulu di YouTube. Jadi seharusnya dengan waktu sekian perut saya sudah dalam proses mencerna makanan.

Biasanya kalau di sini, mual disertai muntah pasti dikaitkan dengan masuk angin. Ibu dan Istri saya saja bilang saya masuk angin, dan disarankan minum teh anget. Agar masuk anginnya hilang.

Padahal dalam dunia kedokteran istilah masuk angin itu tidak ada. Tapi biar begitu, pada saat saya pusing ataupun mual, saya sendiri kadang masih bilang masuk angin. Hehehe maklum sudah terbawa budaya 😁.

Mual disertai muntah ini menyebabkan saya jadi dehidrasi, yang kemudian menyebabkan taraweh saya jadi lemas tak berdaya, bagai puasa lagi hahaha. Tapi meski demikian, sebelum taraweh saya mengisi stamina dulu dengan minum segelas air putih, meski masih terasa enek.

Saya berusaha menjaga taraweh full di bulan Ramadhan, jika tidak ada halangan baik dari diri sendiri karena males misalnya hehehe 😁 atau faktor luar sehabis bukber (buka bersama) umumnya pulang malam jadi gak sempat taraweh karena capek.

Nah karena itu, meskipun saya lemes dan mual, selama masih kuat berdiri saya masih tetap berusaha taraweh. Kita tahu bahwa taraweh itu sunnah, tapi ia hanya ada di bulan Ramadhan saja, oleh karena itu saya berusaha menjaganya.

Taraweh di sini berjumlah 23 rakaat, yakni 20 taraweh dan 3 witir. Alhamdulillah, hanya sekitar 20 menit sudah selesai hahaha terbilang cukup cepat sih. Sehabis pulang taraweh saya tepar. Mungkin karena dehidrasi. Saya minum lagi segelas air putih, lalu berbaring sebentar sekitar 10 menit, dan setelah itu saya browsing mengenai apa yang saya derita.

Ternyata, saya tidak sendiri mengalami hal itu, di luar sana banyak yang seperti saya. Dari beberapa artikel yang saya baca, rata-rata menyebutkan bahwa penyebabnya di antaranya karena:

  1. Makan terlalu banyak.
  2. Makan terlalu cepat.
  3. Makanan tidak higenis.
  4. Migrain.

Sebetulnya ada banyak penyebab tapi saya hanya menuliskan 4 saja. Karena kejadian di atas yang pernah saya alami. Dari ke-4 penyabab di atas, saya lebih yakin karena saya makan terlalu cepat. Tadi, memang saya makan lagi lahapnya dan cenderung cepat, mirip orang kelaparan hahaha.

Makan terlalu cepat dapat menyebabkan mual dan muntah. Saya jadi teringat bahwa Rasulullah pernah mengajarkan kita bahwa makan itu harus tenang dan dikunyah sebanyak 27 kali. Nah, seingat saya tadi tidak sampai 27 kali. Mungkin sekitar 2-3 kali kunyah langsung telan wkwkwkw 🤣

Dari kejadian tadi, ini menjadikan saya sebuah pelajaran berharga. Bahwa pada saat berbuka janganlah makan terburu-buru, apalagi sampai melebihi porsi seperti orang balas dendam. Karena dengan demikian menjadikan perut mual karena asam lambung naik dengan cepat, hingga menyebabkan muntah.

Saya meredakan mual, dengan meminum madu sebanyak 2 sendok makan dicampurkan dengan air hangat. Alhamdulillah, enak hilang dan pusingpun reda. Setelah enakan saya langsung tulis di sini hahahaha 😅

Leave a Reply