Khutbah Jumat: Kapan Datangnya Lailatul Qodr

Baru saja saya selesai melaksanakan ibadah sholat Jum’at di mesjid terdekat rumah. Karena hari ini merupakan hari libur jadi sholat Jum’atnya di deket rumah. Biasanya Jum’atan di mesjid kantor.

Kali ini saya mencoba merangkum khutbah yang saya dengarkan, karena menurut saya tema kali ini merupakan tema yang cukup menarik.

Tema khutbahnya adalah mengenai kapan datangnya lailatul qodr. Karena semalam merupakan taraweh yang ke-16 dan surah yang dibacakan adalah surah al-Qodr jadi tema khutbah jum’at kali ini sangatlah pas mengenai lailatul qodr.

Lailatul Qodr merupakan malam yang agung bagi umat Islam. Dikatakan demikian karena malam tersebut merupakan malam yang pahalanya setara dengan 1000 bulan atau 83 tahun beribadah. Sungguh merupakan nikmat Allah yang tiada tara yang diberikan untuk umat Nabi Muhammad s.a.w.

Tidak semua di antara umat Islam mendapatkan lailatul qodr. Ia merupakan malam rahasia, tidak diketahui kapan terjadinya. Rasulullah hanya mengisyaratkan kepada kita pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Oleh karena itu, sebaiknya kita jangan menyia-nyiakan waktu tersebut untuk ibadah, karena di malam tersebut ada lailatul qodr.

Karena kerahasian dari lailatul qodr inilah menjadikan banyak ulama tafsir berpendapat kapan terjadinya. Begitu, kata khatib Jum’at

Sang Khatib mengatakan ada ulama tafsir yang menyebutkan bahwa:

  • Lailatul Qodr dapat dihitung dari jumlah kata dalam surah al-Qodr yakni sebanyak 30 kata. Kemudian kata setelah هي yakni terdapat 3 kata. Dilihat dari kalimat:
    هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

    Nah, jadi 30 – 3 = 27. Maka, lailatul qodr terjadi pada malam ke-27.

  • Pendapat kedua, mengatakan bahwa surah al-Qodr jika dihitung dari huruf-perhurufnya berjumlah 90 huruf. Kata al-Qodr (القدر) dalam surah al-Qodr disebutkan 3 kali, sedangakn huruf dari kata tersebut 3 maka 3 x 3 = 9 dan 9 x 3 kata maka berjumlah 27. Jadi lailatul qodr terjadi di malam ke 27.
  • Pendapat lainnya dari Imam al-Ghazali yakni dikatakan jika awal Ramadhan jatuh pada hari Rabu atau Kamis, maka lailatul qodr terjadi di malam ke-25.
  • Pendapat lainnya lagi, kita disarankan jangan menyia-nyiakan di-10 malam ganjil terakhir dari bulan Ramadhan, yakni pada malam ke-21, 23, 25, dan 27.

Itu saja yang dapat saya rangkum dari khutbah jum’at tadi. Dari ke-4 pendapat saya lebih meyakini pendapat yang terakhir mengapa? Karena menurut saya itu yang paling ideal. Tapi kembali lagi kepada keyakinan. Intinya kita usahakan jangan menyia-nyiakan malam ke-10 terakhir dari Ramadhan, karena dalam malam tersebut ada lailatul qodr.

Mudah-mudahan kita semua dapat meraih lailatul qodr tersebut. Amin … 😊

Sedikit gambaran anekdot 😁

Leave a Reply