Gagal Move On Dari Crayon Syntax Highlighter

Masih pembahasan mengenai oprekan situsali.com. Sejak dulu saya menggunakan plugin Crayon Syntax Highlighter untuk kepeluan menulis artikel tutorial yang membahas masalah kodingan atau masalah instalasi paket di GNU/Linux karena harus melalui tahap masuk ke Terminal shell.

Adanya syntax-highlighter sangat membantu untuk memberikan suatu keterangan, terutama keterangan yang menyangkut baris kode sumber. Denganya semua terlihat lebih jelas, baik itu dari sisi pewarnaan maupun sisi line-number.

Ketika saya membangun blog ini (ali.my.id), saya tidak menggunakan Crayon Syntax Hightlighter sebagai plugin syntax-highlighter nya. Melainkan menggunakan WP-Syntax. Saya pikir sebisa mungkin artikel di sini tidak membahas masalah teknis, karena pembahasan itu sudah ada ranahnya sendiri di situsali.com. Jadi pada dasarnya plugin yang menangani syntax-highlighter seharusnya tidak diperlukan. Karena WP-Syntax sudah terlanjur saya pasang, jadi dibiarkan saja dulu. Lagi pula terpakai juga buat testing di sini. 😅😂

Oke, ketika saya mencoba WP-Syntax, saya merasa cukup tertarik untuk mengantikan Crayon Syntax Highlighter. Pikir saya, WP-Syntax ini sangat simpel dan sudah memenuhi kebutuhan saya. Juga WP-Syntax ini menggunakan GeSHi (Generic Syntax Highlighter), yang tentu dukungan syntax-highlighter nya lebih banyak dibandingkan dengan Crayon Syntax Highlighter. Namun, ditinjau dari sisi kekurangan si WP-Syntax ini adalah:

  • Tidak adanya integrasi dengan Tiny MCE.
    Meskipun sebutulnya ada plugin tambahanya. Namun sayang, sudah 2 tahun tidak diurus oleh pengembang.
  • Tidak bisa otomatis me-replace beberapa tag elemen HTML menjadi karakter spesial (Escape HTML Entities).
    Sangat merepotkan untuk menulis sintaksis HTML, saya harus me-replace manual tag html agar ter-escaped oleh Tiny MCE. Kalau tidak di-replace Tiny MCE akan me-replacenya secara otomatis ketika dijadikan visual mode, dan hasilnya membuat sintaksis HTML menjadi berantakan. Oleh karena itulah, perlu di-replace. Sebetulnya ada banyak tool di internet untuk me-replace entitas HTML ini. Tapi itu tidak praktis. Masa tiap kali mau menulis atau me-copas, HTML harus di-replace manual dulu? Ini membuang waktu.
  • Adanya JS yang menggangu ketika hover mouse.
    Ini sungguh aneh dan mengganggu menurut saya. Ketika saya mendekatkan cursor mouse pada textbox, ia otomatis membuat style z-index: 9999 dan membesarkan ukurannya (width). Seperti gambar berikut:
  • Kustomisasi manual.
    Berbeda dengan Crayon yang semua serba click-and-run, di WP-Syntax semuanya kita harus manual.
  • WP-Syntax itu sendiri pengembangannya cukup lamban.
    Bisa dilihat sendiri dari laman komentarnya. Meskipun baru-baru ini sudah dikembangkan lagi.

Nah, karena alasan demikian akhirnya saya gagal move on dari Crayon Syntax Highligter. Ya…, saya akui sampai saat ini belum ada syntax-highlighter yang sebagus si Crayon ini. Jadi sampai detik ini, situsali.com masih tetap menggunakannya. 😅

Perhatian!

Demi kenyamanan bersama, sebelum berkomentar, harap gunakan bahasa yang baik dan benar. Dilarang berkomentar yang dapat memicu pertengkaran dan menyinggung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *